.: My Letters 4 My Life :.

19 October 2009

Pesan Rakyat untuk Sang Pemimpin Bangsa

Oleh : Agus Maulana, S.Mat

Sebagai generasi bangsa Indonesia yang lahir, tumbuh dan berkembang di era globalisasi, tentu saya menginginkan adanya suatu perubahan signifikan dalam sejarah peradaban bangsa Indonesia saat ini. Perubahan yang membawa bangsa Indonesia berada pada titik strategis dan sangat dihormati oleh negara-negara di belahan dunia manapun. Namun perubahan tersebut tidak datang serta merta. Perubahan itu melalui proses perjuangan panjang dan tidak terlepas dari suatu pola kepemimpinan.

Kepemimpinan bangsa yang baik berasal dari jiwa pemimpin yang baik. Oleh karena itu, perlu pemilihan pemimpin yang benar-benar sesuai dengan harapan dan aspirasi masyarakat bangsa Indonesia guna menjawab tantangan jaman ke depan. Kini, bangsa Indonesia telah memilih calon pemimpin untuk periode 5 (lima) tahun mendatang. Kehadiran pasangan presiden dan wakil presiden terpilih tersebut diharapkan bisa memimpin dan membangun bangsa ini dengan baik yang bermuara pada terwujudnya tujuan nasional, seperti tercermin pada Pembukaan UUD 1945.

Dalam usaha pencapaian tersebut, saya ingin menyampaikan beberapa gagasan dan harapan kepada ‘Sang Pemimpin Bangsa’ tersebut. Gagasan dan harapan ini lahir dari jiwa dan semangat anak muda yang menginginkan bangsa ini menjadi bangsa yang tangguh dan berdikari dalam percaturan dunia. Saya meyakini, bahwa tiada hasil tanpa suatu proses, tiada proses tanpa perencanaan dan tiada perencanaan tanpa gagasan. Dengan demikian, gagasan merupakan pangkal dari sebuah tujuan akhir pencapaian.

A. 10 (Sepuluh) Gagasan kepada Presiden dan Wakil Presiden Terpilih :

1. Mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat pedesaan/masyarakat bawah secara baik melalui kebijakan ekonomi strategis, seperti kebijakan pembukaan lapangan kerja di tingkat desa/kelurahan, subsidi yang proporsional dan berkualitas, dan lainnya;

2. Meningkatkan kesejahteraan pegawai (PNS/Tentara/Polri) melalui kebijakan pemerintah pusat dengan tetap memperhatikan profesionalisme kerja, seperti penyesuaian besaran gaji sesuai kualitas kerja, pengadaan perumahan layak bagi yang berhak, dan lainnya;

3. Mendorong penyediaan lapangan atau tempat olahraga dan rekreasi di setiap pedesaan melalui kebijakan pemerintah di bidang olahraga atau kepemudaan sehingga terbangun masyarakat yang sehat dan kuat, seperti pembebasan dan pembangunan lahan untuk lapangan olahraga atau taman masyarakat di tingkat pedesaan/perkotaan, dan lainnya;

4. Mendorong penyediaan taman pintar atau ruang baca di setiap wilayah pedesaan melalui kebijakan pemerintah dalam peningkatan kualitas SDM masyarakat Indonesia, seperti papan informasi masyarakat di depan balai desa atau pos-pos keamanan di tingkat Rt/Rw dan lainnya;

5. Mendorong peningkatan prestasi dan potensi anak muda melalui pergelaran lomba atau kejuaraan di masyarakat di bidang mana pun, seperti kejuaraan olahraga, seni, budaya, pendidikan, dan lainnya;

6. Mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat melalui kebijakan pro masyarakat kecil dengan biaya rendah atau cuma-cuma seperti dengan pengadaan kegiatan posyandu terpadu secara rutin, keringanan biaya di puskesmas, keringanan atau gratis biaya pendidikan dan buku materi di sekolah-sekolah dan lainnya;

7. Mendorong masyarakat untuk lebih sadar hukum melalui kebijakan-kebijakan strategis dalam penegakan hukum/konstitusi di segala bidang, seperti sosialisasi dan penyampaian informasi tentang hukum dan konstitusi secara terpadu oleh pihak terkait, dan lainnya;

8. Mendorong masyarakat untuk memperkuat keimanan dan keyakinan masing-masing dengan cara memberikan kebebasan dan dukungan kegiatan peribadatan yang sama tanpa diskriminasi guna mengantisipasi elemen-elemen negatif dari pengaruh globalisasi, seperti pertemuan intensif dengan ulama/pemimpin umatnya masing-masing, kegiatan perlombaan atau kejuaraan membaca terkait kitab sucinya masing-masing dan lainnya;

9. Mendorong masyarakat untuk meningkatkan ilmu dan pengetahuan serta pemahaman terhadap dunia teknologi yang berkembang cepat saat ini guna menyesuaikan kebutuhan zaman, seperti penyediaan software ke masyarakat kurang mampu, kemudahan dan keringanan biaya akses internet dan lainnya;

10. Mendorong masyarakat untuk memperhatikan kelangsungan lingkungan hidup melalui kebijakan strategis dalam pemanfaatan sumber daya alam dan lainnya dengan memperhatikan faktor keberlangsungan lingkungan dan harmonisasi dengan lingkungan sekitarnya, seperti penggalakan hidup sehat dengan membuang sampah pada tempatnya, meminimalisasi asap atau karbon monoksida dari knalpot atau buangan kendaraan, mencegah bahaya rokok dan lainnya.

B. 6 (Enam) Harapan kepada Presiden dan Wakil Presiden Terpilih :

1. Memperkaya diri dalam bidang ilmu dan pengetahuan sehingga bisa mengatur, memimpin, mengarahkan dan membimbing rakyat Indonesia dengan baik. Hal ini seperti yang Allah Swt ceritakan dalam pengangkatan kepemimpinan melalui surat Al-Baqarah ayat 247, bahwa “Sesungguhnya Allah telah memilih rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa”;

2. Menjaga kesehatan fisik dengan baik sehingga bisa melaksanakan tugas negara dengan sebaik-baiknya dan mendorong pelaksanaan tugas negara tersebut berlangsung dengan efektif dan efisien. Hal ini seperti yang tertuang dalam surat Al-Baqarah ayat 247 juga seperti pada nomor 1 di atas, bahwasanya pemilihan pemimpin juga dengan melihat faktor fisik, yaitu “tubuh yang perkasa”;

3. Dalam proses pengambilan dan pemutusan suatu perkara, pemimpin berlaku adil. Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt dalam surat Al-Maidah ayat 42 bahwa “Dan jika kamu memutuskan perkara mereka, maka putuskanlah (perkara itu) diantara mereka dengan adil, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil”;. Selain itu, amanat tersebut juga tertuang pada surat Shaad ayat 26 yang berbunyi “Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah”;

4. Tetap menghormati dan menghargai seluruh rakyat Indonesia yang dipimpinnya tanpa membedakan suku, agama, dan ras. Hal ini sesuai dengan amanat Allah dalam surat Asy-Syu’araa ayat 215, yang berbunyi “dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman”;

5. Senantiasa memperhatikan keadaan masyarakat dengan tingkat responbilitas yang tinggi. Hal ini seperti keadaan yang diceritakan pada surat An Naml ayat 20, yang berbunyi : Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata: "Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir”;

6. Menggunakan pedoman yang benar dalam menyelesaikan suatu permasalahan atau urusan masyarakat dan tidak menuruti berdasarkan hawa nafsu atau kemauan pribadi seseorang. Hal ini seperti yang Allah Swt ceritakan dalam surat Al-Hujarat ayat 7, yang berbunyi “Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu 'cinta' kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus”;

Ragunan, 15 Oktober 2009


Selengkapnya ...

17 June 2009

Siapa Ketua Umum PB NU berikutnya?

Muktamar NU ke-32 yang rencananya akan diselenggarakan pada Januari 2010 nanti di Makassar, Sulawesi Selatan, jauh2 hari sudah menjadi diskusi hangat bagi sebagian anak muda NU progresif. Diskusi dan pembicaraan mereka sementara lebih terfokus pada "siapakah yang akan menjadi ketua umum tanfidziah PB NU menggantikan KH Hazim Muzadi?". Maklum, kepemimpinan sangat krusial dalam sebuah organisasi, ibarat di tangan nahkoda, kapal bisa berlayar dan bersandar dengan baik.

Kalau boleh menduga, nama2 yang akan santer muncul menjadi kandidat Ketua Umum PB NU untuk periode berikutnya adalah :

KH. Mustofa Bisri atau sering dipanggil dengan Gus Mus sudah seringkali dicalonkan. Ilmu dan kematangannya dalam berfikir dan bertindak cukup membuat jamaah NU menimbang beliau untuk menjadi ketua umum PB NU. Sayang, karena kearifannya yang mungkin tinggi, beliau memilih untuk tidak ikut dalam proses pemilihan, apalagi untuk urusan politik praktis. Untuk muktamar NU besok, ya belum tahu apa sikapnya.


KH Sholahudin Wahid atau yang sering dipanggil dengan Gus Sholah kini mulai santer dibicarakan, tak terkecuali di jejaring facebook. Meski awal kiprah dalam NU tidak begitu tenar seperti kakaknya, Gus Dur, tetapi dengan ketokohan dan jaringan luasnya, nama beliau kini masuk "bursa" kandidat. Terlebih dengan posisi beliau sebagai pengasuh ponpes tebu ireng Jombang, menjadikan karakter ke-NU-annya kembali bersinar.

Kandidat ke-3 ini bernama KH Said Aqil Siradj. Nama beliau sebenarnya sudah hangat dicalonkan sejak muktamar NU sebelumnya. Mungkin belum saatnya. Kualitas ilmu aswaja nya sangat kuat dan sering menjadi rujukan sebagian aktifis NU. Pemikirannya terkadang berbeda dengan sebagian dari kyai2 lainnya sehingga memunculkan pro kontra. Tapi dibalik itu, beliau bisa dikatakan adalah salahsatu tokoh NU yang cukup disegani di level nasional dan internasional.

Seperti kandidat lainnya, nama KH Masdar F Mas'udi juga tidak asing di pendengaran jamaah NU. Kiprah beliau baik di organisasi maupun pemikiran menjadikan beliau menjadi tokoh NU yang sering menjadi rujukan. Dalam muktamar sebelumnya pun, nama beliau mencuat. Namun kalah dengan KH Hasyim Muzadi. Selain di PBNU, aktifitas beliau sekarang ada di Pusat Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M).

Ya, nama2 di atas hanyalah sekedar dugaan. Barangkali ada yang mau menambahkan siapa kandidat Ketua Umum PB NU beriikutnya selain nama2 di atas?. Mangga pendapatnya. Yang jelas, nanti muktamirin lah yang akan memilih dan menentukan. Atau barangkali tergantung hak prerogatif Ketua Syuriah PB NU terpilih? i don't know. Terakhir, kita semua berharap mudah2an proses yang berlangsung selama muktamar nanti bersifat demokratis sesuai aturan dan menghasilkan pemimpin yang amanah serta membawa jama'ah dan jam'iyyah NU bisa lebih baik lagi.

Salam


Selengkapnya ...

16 June 2009

Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru STSN Tahun 2009


UMUM
Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) adalah sekolah tinggi kedinasan yang diselenggarakan oleh Lembaga Sandi Negara, berdasarkan Keppres No. 22 tahun 2003 tentang pendirian Sekolah Tinggi Sandi Negara.
Mahasiswa STSN meruapakan mahasiswa ikatan dinas (dari umum) dan mahasiswa tugas belajar. Mahasiswa ikatan dinas pada semester IV akan diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Lembaga Sandi Negara, sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.

SISTEM PENDIDIKAN, BEBAN DAN LAMA STUDI
STSN menerapkan pendidikan dengan sistem paket yang dinyatakan dalam Satuan Kredit Semester (SKS). Beban studi yang harus diselesaikan adalah 146 SKS dan ditempuh selama 4 tahun. STSN mempunyai 2 (dua) program studi yaitu program studi Teknik Persandian dan program studi Manajemen Persandian.

Program studi Teknik Persandian memiliki 2 (dua) bidang minat, yaitu Teknik Kripto dan Teknik Rancang Bangun Peralatan Sandi.

PERSYARATAN UMUM
1. Persyaratan Umum
2. Warga Negara Indonesia.
3. Sanggup bekerja pada bidang Persandian.
4. Berkelakuan baik yang dinyatakan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).
5. Berbadan sehat dan tidak buta warna yang dinyatakan dengan surat keterangan sehat dari dokter pemerintah atau Puskesmas.

PERSYARATAN KHUSUS
1. Asal calon siswa : Lulus SMA atau Madrasah Aliyah jurusan IPA dengan nila Matematika dan Bahasa Inggris pada raport kelas 12 semester 1 dan 2 minimal 7.
2. Usia : Berusia minimal 17 tahun, maksimal 21 tahun per 31 Agustus 2009.

PENDAFTARAN
Proses pendaftaran :
A. Pengambilan dan Pengembalian Formulir serta Kelengkapan Pendaftaran
• Tanggal : 22 Juni s.d 3 Juli 2009.
• Tempat : Kampus STSN “Bumi Sanapati”, Ciseeng, Bogor.
• Contoh formulir pendaftaran klik di sini
B. Pelayanan proses pendaftaran di atas dilakukan setiap hari kerja (Senin-Jumat), pukul 09.00 s.d 15.00 WIB

Tata cara dan kelengkapan pendaftaran
1. Membawa surat lamaran yang ditulis tangan sendiri dengan dilampirkan :
2. Fotokopi ijazah/Transkrip Nilai Ujian Nasional (NUN) yang telah dilegalisir.
3. Fotokopi raport kelas 12 semester 1 dan 2 yang telah dilegalisir.
4. SKCK dari Kepolisian.
5. Surat Keterangan sehat dan tidak buta warna dari dokter pemerintah atau Puskesmas.
6. Surat Pernyataan belum menikah dari orang tua/wali (Contoh klik di sini)
7. Pas foto berwarna 3 bulan teakhir ukuran 3 x 4 cm , sebanyak 3 (tiga) lembar dengan latar belakang merah.
8. Calon harus datang sendiri untuk mendaftar dengan membawa ijazah dan surat-surat asli sesuai persyaratan tersebut di atas.
9. Panitia menentukan peserta dapat mengikuti seleksi setelah persyaratan dan kelengkapan pendaftaran dipenuhi.
10. Biaya pendaftaran dan seleksi penerimaan mahasiswa baru STSN T.A. 2009/2010 adalah sebesar Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah).

SELEKSI SARINGAN MASUK
Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) STSN tahun akademik 2009/2010 terdiri dari beberapa tahap dan dilaksanakan di kampus STSN, Bogor. Jadwal ujian SPMB STSN ditentukan kemudian oleh panitia dan dapat dilihat melalui website STSN.
Tahapan ujian masuk sebagai berikut :
• Seleksi Tahap I : Tes Akademik (Tes Potensi Akademik, Matematika, Bahasa Inggris, Komputer, Fisika-Elektronika dan Pengetahuan Umum).
• Seleksi Tahap II : Tes Psiko
• Seleksi Tahap III : Tes Kesehatan dan Tes Kebugaran.
• Seleksi Tahap IV : Wawancara.
• Seleksi Tahap V : Pantukhir
• Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru STSN menggunakan sistem gugur pada setiap tahap.

PERJANJIAN IKATAN DINAS
Calon Mahasiswa dari umum yang dinyatakan lulus ujian saringan masuk dan diterima sebagai mahasiswa STSN, diwajibkan menandatangani perjanjian ikatan dinas dan mendapatkan Tunjangan Ikatan Dinas (TID),sesuai dengan peraturan yang berlaku.

FASILITAS
Kampus STSN terletak di daerah Parung-Bogor, dilengkapi dengan fasilitas :
1. Ruang Kuliah.
2. Ruang Rekreasi
3. Asrama
4. Laboratorium Komputer
5. Laboratorium Bahasa
6. Laboratorium Elektronika
7. Laboratorium Sandi
8. Perpustakaan
9. Sarana Ibadah
10. Sarana Olahraga
11. Poliklinik

Sumber :
www.stsn-nci.ac.id


Selengkapnya ...

20 April 2009

Melihat Langkah PKB

Meski hasil pemilu legislatif (pileg) secara resmi dari KPU baru berkisar 5% dari keseluruhan tetapi langkah PKB secara resmi langsung merapat ke SBY. Tentu ini bisa dipahami sebagai kepentingan pragmatis partai dibawah kepemimpinan Cak Imin yang ingin berporos pada kekuasaan dan mengingat daya tawar partai yang semakin rendah.

Jejak langkah partai ini memang sangat mudah diterka sedari awal konflik dengan Gus Dur. Pengurus yang sekarang memang pro SBY terlebih ada 2 menterinya di jajaran kabinet SBY. Yang disayangkan, nilai2 kepentingan partai yang diharapkan menjadi representasi perjuangan NU dalam politik sudah kabur. Semuanya pragmatis untuk elit partai dan sama sekali tidak ada pembelajaran politik kepada generasinya.

Gus Dur pun sebagai deklarator sudah dikesampingkan, padahal jasa untuk NU dan PKB sangat besar. Hasil pemilu 2009 ini merupakan bagian dari efek pengebirian jasa Gus Dur. Meski mempunyai akar massa yang real, tetapi jika sistem partai dan nilai2 kepentingan partai tidak dibenahi, maka tidak mungkin hasil pemilu berikutnya adalah setengah atau seperempat dari hasil pemilu kali ini. Dengan kata lain, jika tidak mau berubah, maka bersiaplah untuk hengkang dari senayan.

Sesungguhnya tidak ada partai besar tanpa tokoh besar. PKB telah mencabut stigma itu dan bersiaplah menjadi partai kecil.

Salam,
A. Maulana Ahmad al-Barbasy

(tulisan ini diadop dari tulisan pribadi saya di facebook tanggal 15 April 2009)


Selengkapnya ...

13 April 2009

Oh Ternyata Dia?

Seringkali dalam hidup ini kita menunjukkan kekaguman, keterkejutan, keanehan, ketidakpercayaan atau apapun sejenisnya terhadap lingkungan, termasuk terhadap manusia.

Nah, dalam tulisan ini, saya hanya ingin menyampaikan apresiasi untuk sobat komunikasi saya yang lama tak bersua dan sekarang menjadi orang yang boleh dibilang sangat sibuk. Meski dulu sekedar bertemu dan berkomunikasi ringan, tetapi tidak ada salahnya saya berbagi tentang dia.

1. Drs. H. Abdul Azis M.A.
Bapak yang satu ini dulunya menjadi tempat komunikasi anak2 NU, khususnya anak2 KOMMIT. Maklum, awalnya beliau adalah pejabat di Depag dan aktif di PB NU sebagai salahsatu ketua. Aktifitas lainnya adalah sebagai penulis. Sekarang posisi beliau adalah anggota KPU. Wawasan dan pengalaman organisasi beliau saya yakin cukup kredibel, hanya saja saya tidak tahu secara keanggotaan tim di KPU sehingga banyak asumsi, termasuk saya sendiri yang menganggap proses Pemilu tahun 2009 ini sangat jauh dari harapan (istilah lainnya mengecewakan). Terlebih, di Jakarta tempat domisili saya dan resmi ber-KTP, tetapi saya tidak terdaftar.

2. Husni Fahmi, Ph.D
Bapak yang satu ini luar biasa. Selain menjadi peneliti BPPT, juga menjadi dosen kriptografi, bidang yang selama ini saya geluti waktu kulih. Malah, ngajar kriptografinya di negeri orang, bukan di Indonesia. Yang bersangkutan setahu saya juga bagian dari komunitas anak NU di Amerika. Nah kesibukannya sekarang, ternyata yang bersangkutan adalah menjadi Ketua Tim IT KPU untuk Pemilu 2009 ini.

Mudah2an meski ia adalah sekedar sobat komunikasi dulu, namun bagaimana kebersamaan itu masih terkenang. Semoga sukses selalu sobat ..


Selengkapnya ...

31 March 2009

Email dari Caleg ...

Salam,

Beberapa hari ini menjelang hari H pemilu 2009, maka kita harus terbiasa melihat, mendengar atau menerima ajakan2 orang/partai atau golongan lain terkait pilihan pada pemilu besok. Entah Anda tertarik untuk memilihnya atau tidak.

Terkini, saya mendapatkan ajakan untuk memilih dari Caleg dengan pesan sebagai berikut :

Gunakan hak pilih anda pada tanggal 9 April 2009
pilihlah:
PETOR MAKENTUR MOGOT

CALEG DPR-RI
PARTAI BARISAN NASIONAL (6)
NO URUT 4

DAERAH PILIHAN DKI 3
JAKARTA BARAT, JAKARTA UTARA, KEP-SERIBU


Karena pesan itu melalui email, saya coba cek email pengirimnya, dan di sana tertera "BARNAS" . Tapi kepadanya alias to : undisclosed-recipients, dengan subjek 9 April 2009.

Saya baru pertama kali ini mendapat email pribadi dari caleg. Karena penasaran, saya cek siapa caleg yang dimaksud, dan dari telusur hanya data berikut yang didapatkan, maklum saya tidak kenal sama sekali dengan nama tersebut, bahkan kalau dia tahu, sebenarnya yang bersangkutan tidak pas ngirim email ke saya karena dia nyaleg di Dapil yang berbeda, karena alamat saya itu di Jakarta Selatan

Berikut data singkat caleg tersebut dari situs ini :

"Sdr Petor Makentur Mogot menjadi calon legislatif untuk DPR pada Pemilu 2009. Dia menjadi calon PBN dari Daerah Pemilihan DKI III. Dalam daftar calon partai PBN, Sdr Petor Makentur Mogot menjadi calon nomor 4".


Ada yang aneh di sana dengan 2 data di atas, yaitu antara email dari caleg dan data dari web pemilu.asia di atas. Yaitu sebenernya partai mana yang mengusung sdr Petor Makentur Mogot itu, apakah dari Partai Barisan Nasional (BARNAS) atau Partai Buruh Nasional (PBN)? Karena kalau kita lihat di email, bunyinya dari barnas, dan diperkuat dengan alamat emailnya dari barnas, tetapi data dari internet yaitu web pemilu.asia ko bunyinya dari PBN, bahkan diperkuat logo Partai Buruh Nasional. Lihat aja link di atas.

Meski saya tidak tahu betul, tapi kemungkinan besar si caleg dari BARNAS, seperti emailnya. Yang jelas, saya tidak berwenang untuk mengklarifikasi, cuma saya perlu menyampaikan adanya perbedaan data di atas. Mungkin ini lah efek dari banyaknya nama partai yang kalau disingkat bisa sama, misalnya tentang Partai Persatuan Pembangunan (PPP), sama saja singkatannya dengan Partai Patriot Pancasila.

Sebagai bagian dari generasi bangsa, saya berharap caleg-caleg kita mempunyai informasi yang benar dan lengkap serta bisa diakses oleh siapapun, khususnya calon pemilih di Dapilnya terkait visi misi, program kerja dan lain-lain.

Ya itu harapan.

Kepada Mr PETOR MAKENTUR MOGOT, maka selamat ajakan Anda sudah saya posting di sini. Silakan kalau mau klarifikasi terkait perbedaan data di atas. Kalau saya meyakininya Anda dari Barnas, sesuai email Anda. Saya tidak tahu, mereka yang ada di Dapil Anda akan memilih Anda atau tidak. Maklum, tidak ada informasi apapun dari Anda selain memilih, padahal kita yang dibawah perlu tahu visi misi dan program kerja Anda.

Sekali lagi, kepada masyarakat luas, hati2 dalam memilih ...


Selengkapnya ...

Selamat Mencontreng !

Salam,

Seperti yang saya tulis di blog KOMBES, saya ingin sedikit berbagi juga melalui blog pribadi saya ini tentang hajatan rakyat besok yaitu Pemilu 2009 terkait cara pencontrengan yang benar.

Dalam pemilihan legislatif besok, tanda yang ditentukan KPU adalah dengan mencontreng, bukan mencoblos. Tanda contrang yang dimaksud adalah seperti yang ada dalam contoh gambar di bawah. Ingat, tandai pilihan cukup 1 kali. Untuk DPR/DPRD contrenglah pada bagian kolom gambar partai atau no urut caleg atau nama caleg. Untuk DPD, contrenglah pada gambar calon DPD.

Gambar berikut merupakan contoh cara mencontreng yang benar dalam Pemilu legislatif nanti tanggal 9 April 2009. Silakan klik gambar tersebut untuk melihat lebih jelas lagi. Perhatikan cara mencontreng seperti yang ada digambar.


Semoga siapapun yang terpilih bisa membawa amanat rakyat dengan baik dan penuh tanggungjawab. Amin

Selamat Mencontreng ! Ingat, Kamis 9 April 2009


Selengkapnya ...

18 March 2009

Tentang Web Museum Sandi

Salam,

Alhamdulillah, salahsatu niat saya sudah selesai alias rampung, ya sudah lama memang. Kalau pun masih ada kekurangan, ya maklum, dikerjakan sendirian. Kini, terpikir oleh saya untuk sekedar berbagi cerita tentang niat saya tersebut. Niat itu adalah membangun web museum sandi. Yang jelas, web untuk museum-museum yang ada di tanah air boleh dikatakan "langka".

Niat itu berawal dari keinginan untuk ikut serta "membangun dan mengembangkan" museum sandi, yang diresmikan pada tahun 2008 kemarin. Dengan web, mudah2an museum sandi bisa cepat tersosialisasikan dengan baik, karena bisa diakses oleh siapapun orangnya, dimanapun tempatnya. Rencana alamat domain web yang saya buat adalah www.museum-sandi.com.

Tapi sudah lama folder web itu hanya tersimpan di laptop. Kalau sekedar untuk di-upload, mungkin tak seberapa besar biayanya. Tapi karena instruksi "atasan yang berwenang", di tahan dulu, ya manut. Sami’na wa atha’na. Tidak masalah, ini juga ajang pembelajaran dari desain web yang kesekian kali. Tapi kali ini memang digarap dalam html oriented, karena informasi yang disampaikan sejauh ini one-way.

Yang penting niat dan usaha sudah saya lakukan. Saat ini mungkin belum waktunya di-upload. Atau mungkin niat saya yang “terlalu inisiatif”? Kalau pun diminta presentasi, kenapa tidak? Siap saja lah ... yang penting, data yang disajikan insyaAllah lengkap :). Kalau memuaskan ya syukur, tidak ya untuk disempurnakan ke depan.

Sekedar berbagi info tentang pembuatan web museum sandi :
Software Utama : Adobe Dreamweaver CS3 (awalnya Macromedia Dreamweaver MX)
Software Pendukung : Macromedia Fireworks MX
Pemograman : 100% html

Terimakasih saya sampaikan kepada :
1. Mas Ananto : yang menyediakan koleksi foto nya (lengkap tur menarik)
2. Tim museum sandi yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu dan sudah lama bekerjasama dalam perencanaan, perancangan, peresmian dan kini dalam pengembangan.

Sukses selalu ...


Selengkapnya ...

04 November 2008

Syukur pada-Mu

Salam,

Alhamdulillah, segala puji syukur bagi Allah SWT, Penguasa Alam dan Segala Isinya, yang Maha Pemurah dan Maha Pengkabul atas segala doa dan permohonan hamba-Nya. Tak lupa, shalawat serta salam disampaikan kepada junjungan besar kita, Nabi Muhammad SAW, atas risalahnya membawa umat kepada cahaya Islam, berlandaskan tuntunan yang benar.

Betapa bersyukur dan bahagianya diri ini pada hari2 ini. InsyaAllah, keinginan dan harapan keluarga untuk membantu orangtua (mama) menunaikan ibadah rukun Islam ke-5 terkabul. Tepatnya, tanggal 15 Nopember besok, mama direncanakan harus siap berangkat ke tanah suci.

Ma, Agus doakan semoga mama tetap sehat dan bisa melaksanakan ibadah dengan lancar serta harapan tertinggi, ibadah mama diterima oleh Allah dan menjadi haji mabrur yah ma. Di sini, Agus juga minta didoakan ya mba, biar kerjaan agus lancar, terus dapet jodoh yang sholihah, yang bisa bantu agus menjaga diri dan keluarga menuju kebahagiaan dunia akhirat.

Sebelum tanggal itu, alhamdulillah, setelah melalui perjuangan, kesabaran dan ya meski kadang “males-malesan” dalam kuliah, tanggal 11 Nopember besok, Agus dinyatakan bisa diwisuda bersama ribuan mahasiswa lainnya di Universitas Terbuka. Puji syukur ya Allah, meski dengan nilai IPK yang pas-pasan, Agus bisa melewati “rintangan” program studi Matematika, yang sering kali bikin kepala “puyeng” :). Terimakasih tak terhingga buat segenap sivitas akademik UT dan pihak lainnya yang selama ini secara langsung atau tidak langsung membantu saya dalam proses pembelajaran “jarak jauh” dan kadang “virtual” tersebut. Termasuk ke rekan2 internal, mba Sari, mba Nunik, mba Tari, mba Yeni yang selama kuliah menjadi “teman perjuangan” di UT.

Subhanallah. Alhamdulillah. La Ilaha Illa Allah. Allahu Akbar.
La Khaula Wallaa Quwwata Illa Billahil ‘Aliyyil ‘Adzim


Yogyakarta, 4 Nopember 2008
A. Maulana al-Brebesy


Selengkapnya ...

Catatan di Jogja (Minggu III dan IV)

Salam,

Berhubung 1 dan lain hal, catatan minggu ke-3 dan ke-4 saya jadikan menjadi 1 kiriman. Alasan utama, tentu saja tidak ada perubahan atau perbedaan yang menonjol dari minggu ke minggu.

Beberapa hal yang menjadi catatan saya selama 2 minggu tersebut adalah :
1.Pekerjaan
Seperti biasa, “standby to guide visitors and manage administration in Crypto Museum, Jogya”. Dalam minggu ke-3, yang paling berkesan adalah kedatangan anak2 SDIT Yogyakarta, 79 anak beserta guru (ustadz/ustadzah). Kenapa berkesan? Ya, jujur saja, ustadzah2 yang menjadi guru didik bisa dibilang “menarik” hati, malah lebih dari 1 guru. Udah gitu, yang menjadi “kepala” atau “ketua” rombongannya adalah ustadz yang asalnya 1 kota dengan saya, Brebes tercinta. Luar Biasa ...

Sebenernya, ada agenda pribadi untuk museum yang lagi “digarap”, yaitu buat web Museum Sandi. Ya ini kerjaan inisiatif. Padahal kata temen sih, pekerjaan sekecil apapun, klo bisa dihargai (maksudnya ada “nilai”-nya), ya saya pertimbangkan. Mudah2an saja tidak ada kendala dan sebelum saya “out of date” dari waktu penugasan, “warisan” ini bisa saya persembahkan. Amin.

2.Jalan-jalan
Jalan2 kali ini lebih banyak saya nikmati untuk melihat beberapa kegiatan Jogja dalam rangka HUT ke-252 Jogja. Beberapa kegiatan yang berkesan adalah Jogja Java Carnival (JJC) yang bertempat di kawasan Alun2 Utara Kraton dan Malioboro. Dalam acara ini, ditampilkan berbagai karya seni lokal, nasional dan internasional, dengan melibatkan berbagai seniman dalam dan mancanegara.

Kegiatan lain yang tidak jadi saya ikuti adalah Pisowanan Agung, karena jam acara ini siang, padahal siang masih kerja. Kegiatan ini ternyata telah menjelma menjadi kegiatan “politik” Sri Sultan HB X dalam mengikrarkan diri untuk siap menjadi Presiden RI. Pisowanan yang sedianya bisa menjadi kegiatan “istimewa” seluruh rakyat Jogja dan pertemuan raja2 di Nusantara, akhirnya tidak bisa terelakkan dari agenda politik tersebut. Wajar memang, karena Sri Sultan sebelumnya terus diminta “pertanggungjawaban” sebagian rakyat tentang keniatan beliau untuk menjadi Presiden. Namun, sebagian masyarakat berpendapat, pernyataan politik Sultan tersebut terlalu dini, mengingat dukungan partai besar belum ada (secara resmi) dan basis massa Sultan pun “baru” sekitar Jogja. Btw, Selamat Berjuang Sri Sultan !

3.Makanan
Makan dan makan, ya kebutuhan manusia yang paling utama, hanya saja bagaimana bisa mengatur pola makan dengan baik. Untuk saya, kini makanan pembuka untuk kegiatan di pagi hari adalah bubur ayam ditambah dengan telor puyuh dan tempe bacem. Luar biasa enaknya ... Bubur ayam seharga 2500, telor puyuh 1500, tempe bacem 500, teh manis hangat, 1000. Total untuk sarapan pagi 5500. Bisa lebih irit tentunya kalau Cuma bubur ayam + teh manis, Cuma 3500 tetapi jujur kurang nikmat tanpa sentuhan rasa dari telor puyuh dan tempe bacem. Nah untuk siang, terkadang mie ayam 4000 + teh manis 1000, total 5000. Untuk malemnya, biasanya nasi goreng 5500 + teh manis 1000, total 6500. Kalau pecel lele 4000 (klo ga salah). Jadi paling tidak untuk kebutuhan makanan sendiri setiap hari minimal 20 ribu, karena suka beli tambahan ini itu. Dibandingkan dengan di Jakarta, tentu saja, di Jogja jauh lebih murah.

4.Pergaulan
Pergaulan selama minggu ke-3 dan 4, tidak banyak berbeda. Paling2, saya makin akrab ama keluarga besar Museum Perjuangan dan Benteng, juga pedagang2 di sekitar Museum Perjuangan, seperti penjual es, penjaga shelter TransJogja, penjual makanan dan “makhluk2” sekitar Museum lainnya.

5.Aktifitas Lain
Kalau berbicara aktifitas lain, ya paling main2 bareng temen. Tak jauh berbeda dengan sebelumnya, wilayah aktifitas tidak jauh dari kontrakan, museum, shelter, warnet ama Kopma UGM.

Mungkin ini dulu ... dan tidak lupa, dengan semangat “Sumpah Pemuda”, mari kita jadikan kehidupan ini bisa menjadi lebih baik lagi. Amin

Brontokusuman, 01 Nopember 2008

Salam Sukses,
A. Maulana al-Brebesy


Selengkapnya ...

20 October 2008

Catatan di Jogja - Minggu II

Salam,

Minggu ke-2 merupakan minggu tempaan saya dalam menghadapi berbagai “suka duka”. Kenapa tempaan? Karena di sini lah letak “uji eksistensi” jiwa saya mulai muncul, bertahan atau tidak? Betah atau tidak? Ya, minggu ke-2 menjadi warna tersendiri dalam perjalanan ini. Yang jelas, bagaimanapun harus terus “berjuang” sampai waktu “penghabisan”.

Beberapa hal yang menjadi catatan saya adalah sebagai berikut :
1.Pekerjaan
Dalam minggu kedua, sudah terlihat “ke-jumud-an” dengan sistem yang ada. Maklum, model pekerjaan yang digeluti sekarang berbeda, mungkin mendekati angka 179 derajat perubahannya dengan pekerjaan sebelumnya. Antisipasi atas kondisi ini, mencoba mengasyikkan sendiri dengan kondisi yang dipunya, seperti laptop. Syukurlah, kini sudah ada “dukungan” dari pusat. Maturnuwun.

Oh ya sekedar berbagi info, alhamdulillah di minggu ke-2 selain menerima kunjungan tamu biasa –reguler-, ada 2 kunjungan khusus yang datang ke Museum Perjuangan/Sandi, yaitu Para Pejabat Sandi di tingkat Pemprov/Pemkab/Pemkot se-Jawa dan Sumatera paska mengikuti paparan dari “Orang Sandi Pusat” Lemsaneg di Kepatihan dan kunjungan Para Kepala Dinas/Pejabat/Eks Pejabat di lingkungan kota Jogja (tamunya orang Keraton). Yang jadi perhatian, kunjungan khusus di atas adalah di luar jam dinas, sehingga harus standby di hari tersebut.

2.Jalan-jalan
Alhamdulillah, pada minggu kedua sudah bisa melakukan perjalanan sendiri dengan perantara “TransJogja”, senilai 6000 pp. Dengan tiket 6000 pp tersebut, saya kira cukup representatif untuk bisa mengenal berbagai “ranah Jogja” di berbagai sudut. Yang menjadi perhatian, kawasan Jogja kini di-”kuasai” para pemilik sepeda motor. Dengan kata lain, program “Sego Segawe” atau Sepeda Kanggo Sekolah dan Nyambut Gawe yang baru saja diresmikan ternyata kurang direspon secara positif dari berbagai elemen Jogja.

3.Makanan
Kini, untuk konsumsi makanan keseharian, alhamdulillah saya sudah punya langganan tersendiri di sekitar Museum Perjuangan/Museum Sandi. Enak tur murah, ya itu pilihan saya. Masakannya pun bervariasi, yang jelas, nasi gudeg tidak pernah ketinggalan.

4.Pergaulan
Astaghfirullah, itu yang membuat hati ini berdenyut. Jogja bak surga untuk muda-mudi saling berkenal-kenalan, baik yang secara positif –untuk menjadi sahabat, sampai ke jenjang nikah- atau yang sekedar mencari kepuasan “nafsu”. Menjadi kewajaran –kata anak Jogja- kalau hal2 yang sifatnya “tabu” kemudian dilakukan di Jogja. Ya, Jogja saya nilai tingkat pergaulan muda-mudinya melebihi Jakarta. Ya Allah, lindungi saya. Saya adalah hamba-Mu yang lemah juga, kuatkan iman hamba-Mu ini ya Allah, seraya mohon petunjuk dan jalan-Mu yang lurus.

5.Aktifitas Lain
Aktifitas lain seperti biasa di rumah kontrakan. Cuci, mandi, main komputer, tidur, beribadah, ya itu rutinitas di dalam rumah. Sepi, ya memang sepi karena sendiri. Ini juga menjadi ujian tersendiri dalam kehidupan. Tak biasa, karena kehidupan sebelumnya bersama rekan2 yang lucu, “cerewet”, pintar dan mengasyikkan. Kini berubah, meski baru 2 minggu, tapi sangat terasa sekali. Jadi kangen nih ama anak2 Kontrakan Bahagia di pojokan Ragunan -Arif, Aryadi, Wildan, Jaka, Ival dll-

Brontokusuman, 19 Oktober 2008

Salam Sukses,
A. Maulana al-Brebesy


Selengkapnya ...

Catatan di Jogja - Minggu I

Salam,

Dalam beberapa minggu ke depan, blog ini akan saya isi dengan catatan pengalaman saya selama di Jogjakarta, yang terbagi menjadi beberapa unsur pengalaman. Catatan ini mungkin sampai bulan Desember 2008 nanti, sebagaimana Surat Perintah atas penugasan diri saya.

Pada minggu pertama pasca lebaran Iedul Fitri 1429 H, beberapa hal yang menjadi catatan saya adalah sebagai berikut :

1.Pekerjaan
Dalam minggu pertama, saya mengikuti alur kerja sebagaimana “senior sandi” lakukan, termasuk jam berangkat dan pulang pun menyesuaikan. Dalam 1 minggu tersebut, selain melaksanakan tugas utama sebagai pengelola sekaligus pemandu (guide) di Museum Sandi, juga mengikuti kegiatan syawalan Keluarga Besar Museum Benteng Vredeburg, untuk saling bermaaf-maafan dan silaturahmi antar anggota Keluarga Besar Museum Benteng beserta undangan lain.

2.Jalan-jalan
Alhamdulillah, dalam minggu pertama, beberapa “objek strategis” sudah saya kunjungi, di antaranya kawasan Malioboro, Alun2 Jogja, UGM, UNY, UIN Sunan Kalijaga, Swalayan Progo, Kawasan Jl. Parangtritis, Ponpes Krapyak, dan lainnya. Jalan2 di Jogja ini tentunya saya tidak sendiri, maklum pendatang dan kalau pun sebelumnya udah sering ke Jogja tetapi waktu itu kurang leluasa. Nah, yang sekarang ditemani ama mas Lutfi (anak UIN) yang diakselerasikan dengan motornya, perjalanan menjadi sangat indah, efektif dan efisien :).

3.Makanan
Luar biasa ! makanan di Jogja sangat bervariasi dari harga yang relatif murah sampai untuk kalangan menengah ke atas, dari makanan yang khas sampai ke-luar-luar-an. Nah, dari variasi tersebut, rata2 konsumsi makanan saya dihabiskan di tempat lesehan alias pedagang kelas bawah. Maklum, saya kan golongan masyarakat kelas “staf”. Makanan malam yang biasanya sering rame adalah kawasan jalan Taman Siswa (Tamsis), kawasan kampus dan lainnya. Jenis2 makanan yang biasa dijumpai dipinggiran tentu saja nasi gudeg –khas Jogja-, kupat tahu, sate, mie ayam dll.

4.Pergaulan
Menjadi pendatang baru di tanah “kota Wisata” Jogja memang menjadi tantangan tersendiri. Syukurlah, saya mempunyai teman kenalan anak UIN, teman2 alumni SMA (SMUN 1 Larangan Brebes) dan tentunya anggota Keluarga Besar Persandian. Dari beberapa mereka, alhamdulillah sudah saya temui untuk saling bertukar-pikiran dan sekedar komunikasi ringan. Nah, di sisi lain untuk pergaulan di sekitar tempat saya “ngontrak”, belum begitu kenal kecuali ama Bu Sri yang punya rumah dan mas Bambang yang tetangga persis deket saya.

5.Aktifitas Lain
Aktifitas lainnya paling dihabiskan di rumah (kontrakan) ama “cuci mata”, entah di jalan, supermarket, warung atau lainnya. Jujur saja, “cuci mata” yang dimaksud termasuk melakukan “ijtihad” perjuangan mencari “teman hidup”. Kita tidak tahu, jodoh kita, entah dia asli orang Jogja, anak perantauan di Jogja, yang penting “mumpung” masih ada usia dan kesehatan, ya jodoh harus tetap diperjuangkan, urusan berhasil tidak, harus tetap kita syukuri dan diserahkan kepada-Nya.

Brontokusuman, 17 Oktober 2008

Salam Sukses,
A. Maulana al-Brebesy


Selengkapnya ...

02 September 2008

Selamat Berpuasa


Salam,

Dari diri jiwa ini menyampaikan selamat menunaikan ibadah puasa 1429 H kepada seluruh rekan2 semua, khususnya pengunjung blog saya ini. Tak lupa, saya mohon maaf lahir bathin jika dalam tulisan, atau komunikasi, ada salah kata dan salah sikap/perilaku yang mungkin kurang berkenan.

Semoga Allah memberikan kekuatan untuk beribadah serta kemenangan kepada kita semua. Amin

Wassalam,

A. Maulana Ahmad al-Brebesy


Selengkapnya ...

22 August 2008

Oleh2 Jogja


Berikut ini "oleh2" dari jogja saat rangkaian kegiatan peresmian museum sandi tanggal 29 juli 2008. Foto2 di bawah adalah copy-paste dari beberapa gambar orang lain (rekan se-tim, dan lainnya) maklum ga punya dokumentasi sendiri.

Gambar (1) :

Tampak wakil Gubernur DI Yogyakarta, Sri Paku Alam VIII (yang berdasi) sedang melihat koleksi peralatan sandi usai peresmian Musem Sandi. Tampak pula, sang Ketua Tim Museum Sandi (memegang mik) sedang memberikan gambaran koleksinya.


Gambar (2) :
Salahsatu koleksi yang ditampilkan adalah mesin sandi SRE-KG. Mesin sandi tersebut merupakan karya mandiri (Lemsaneg) berbasis semi elektronik. Walaupun menggunakan teknik analog dan komponen yang sederhana, mesin sandi ini telah dilengkapi key generator untuk membantu proses penyandiannya.

Gambar (3) :
Beberapa rekan se-tim foto bersama usai peresmian Museum Sandi. Lokasi foto persis di tangga pintu masuk Museum Perjuangan dan Museum Sandi, cuman ga begitu keliatan karena dibelakangnya pakai banner besar.



Gambar (4) :
Tim Museum saat santap siang di salahsatu warung Jogja, kayanya di hari Minggu. Soalnya inget banget abis itu disuruh beli perlengkapan tp ga ketemu2 toko nya, ternyata klo di Jogja minggu itu memang sebagian dipakai untuk hari libur juga oleh pedagang2 di toko.



Gambar (5) :

Gambaran persis usai peresmian. Museum Sandi langsung diserbu ama "pasukan" Sekolah Dasar, yang langsung tertarik dengan beberapa koleksi yang disandingkan, wabilkhusus teknologi touchscreen pada cryptogames.


Mudah2an pembangunan museum sandi ini bisa bermanfaat bagi generasi persandian pada khususnya, dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Tetap semangat !!


Selengkapnya ...

08 August 2008

Alhamdulillah, Museum Sandi Diresmikan ...

Sungguh sangat senang rasanya, perjuangan bersama tim selama 2 tahun berbuah "manis" pada tanggal 29 Juli 2008 di Museum Perjuangan Yogyakarta. Perjuangan "berat" membangun sebuah wahana pembelajaran dan pelestarian persandian tersebut akhirnya berhasil diresmikan dalam bentuk Museum Sandi oleh Menbudpar, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Kepala Lemsaneg RI di Yogyakarta. InsyaAllah perjuangan rekan2 se-tim tidak akan pernah terlupakan, termasuk rekan2 yang sejak awal ikut mengiringi tim "Museum Sandi".

Berikut sekilas pandang tentang Museum Sandi

PENDAHULUAN
Sebagaimana pesan yang diamanatkan oleh Presiden RI pertama kita, Ir. Soekarno, “Jangan sekali-kali melupakan sejarah”, maka masyarakat Indonesia, khususnya generasi Indonesia saat ini diharapkan terus bisa mewarisi nilai-nilai sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk menjadi pelajaran berharga dan mewujudkan masa depan bangsa Indonesia yang lebih baik. Proses pewarisan sejarah tersebut biasanya dilakukan dengan pembangunan museum, monumen, tugu, pembuatan buku dan metode lainnya yang menggambarkan sejarah perjuangan bangsa Indonesia saat itu.

Sejalan dengan hal itu dan berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No. 19 Tahun 1995 tentang Pemeliharaan dan Pemanfaatan Benda Cagar Budaya di Museum serta Keputusan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata No KM.33/PL.303/MKP/2004 tentang Museum, Lembaga Sandi Negara RI bekerjasama dengan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI berupaya melestarikan nilai-nilai sejarah persandian sebagai bagian integral dari perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia melalui sebuah museum, yang disebut Museum Sandi.


SEJARAH SINGKAT MUSEUM SANDI
Prakarsa pembangunan Museum Sandi berawal dari penawaran Bapak Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X yang berkeinginan untuk menempatkan koleksi persandian di Museum Perjuangan Yogyakarta, pada saat kesempatan beliau menerima kunjungan Widyakarya Mahasiswa Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) bulan Maret 2006 yang lalu. Tawaran tersebut disambut baik oleh Kepala Lembaga Sandi Negara, Mayjen TNI Nachrowi Ramli dengan membentuk Tim Pengisian Museum Sandi untuk menindaklanjutinya.

Tim Museum Sandi Lemsaneg RI yang dipimpin oleh Bapak Syahrul Mubarak, S.IP, MM kemudian segera melakukan perencanaan pembangunan museum dari pertengahan tahun 2006, beriringan dengan rencana pembangunan Monumen Sandi di Dukuh, Kulonprogo, Yogyakarta. Kegiatan pembangunan Museum Sandi tersebut sempat mengalami kendala dikarenakan pada bulan Mei tahun 2007, telah terjadi gempa bumi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Museum Perjuangan Yogyakarta termasuk bangunan yang mengalami kerusakan fisik yang cukup berat. Akhirnya, dengan komitmen dan dukungan dari semua pihak, Museum Perjuangan bisa direnovasi kembali dan pembangunan Museum Sandi bisa diresmikan pada tahun 2008.

Museum Sandi merupakan museum khusus yang menampilkan berbagai jenis koleksi persandian bersejarah, yang berlokasi di dalam bangunan Museum Perjuangan Yogyakarta. Secara fisik, bangunan Museum Perjuangan berbentuk bulat, dengan garis tengah 30 m dan tinggi bangunan 17 m yang terdiri dari dua lantai. Koleksi Museum Sandi menempati areal lantai dasar bangunan, sedangkan lantai teratas bangunan untuk koleksi Museum Perjuangan Yogyakarta. Pada tampak luar, terdapat Sengkalan pada bangunan Museum Perjuangan yang berbunyi “Anggatra Pirantining Kusuma Negara”. Alamat Museum berada di Jl. Kolonel Sugiyono No 24, Yogyakarta 55143.

TUJUAN MUSEUM SANDI

a. Menampilkan dan memelihara koleksi benda-benda sandi yang bernilai sejarah dan yang dapat menambah pengetahuan dan wawasan pengunjung mengenai persandian,
b. Sebagai wahana dan media pembelajaran bagi masyarakat khususnya generasi muda mengenai peranan persandian dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan dalam rangka menumbuhkembangkan nilai-nilai kejuangan dan patriotik,
c. Sebagai sarana sosialisasi persandian kepada masyarakat luas,
d. Sebagai media pembelajaran mengenai ilmu persandian.


KOLEKSI MUSEUM SANDI
Koleksi Museum Sandi menampilkan alur cerita persandian yang terbagi menjadi 4 (empat) segmen yaitu:
a. Sejarah kegiatan persandian, dalam lingkup sejarah Indonesia dan dunia, termasuk pada masa merebut dan mempertahankan Kemerdekaan RI.
b. Sejarah perkembangan ilmu persandian, dibagi menjadi 2 (dua) yaitu sistem kriptografi klasik, seperti Caesar Cipher, Alberti Disc, Cardan Grille, Vigenere dan lainnya dan sistem kriptografi modern, seperti algoritma DES, Pertukaran Kunci Diffie Hillman, RSA dan Rijndael (AES).
c. Sejarah peralatan sandi, meliputi peralatan-peralatan sandi karya mandiri (Indonesia) dan luar negeri yang pernah digunakan dalam sejarah kegiatan persandian.
d. Permainan kripto (cryptogame), yang akan menampilkan permainan menarik seputar sandi menyandi melalui teknologi audio visual.

Berbagai koleksi yang dipamerkan tersebut terdiri dari :
1) Barang asli atau replika berupa mesin/peralatan sandi, meubeler, tag, sepeda, patung/manekin, etalase (barang keseharian pelaku sejarah sandi), slide sistem dan system-sistem sandi lainnya dan sebagainya.
2) Dokumen berupa buku kode, lembaran kertas dan sebagainya.
3) Gambar-gambar berupa foto, peta (napak tilas sandi), lukisan (kegiatan sandi di perundingan) dan sebagainya.
4) Diorama berupa suasana di pedukuhan dukuh, kegiatan kurir sandi dan lainnya.
5) Teknologi Multimedia (TouchScreen)

RENCANA KEGIATAN
a. Museum Sandi bekerjasama dengan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI, berencana untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan, antara lain :
b. Melakukan kerjasama dalam hal sosialisasi dan informasi ke publik tentang keberadaan Museum Perjuangan dan Museum Sandi di Yogyakarta,
c. Menjadikan Museum Sandi sebagai salahsatu objek atau tujuan kegiatan Napak Tilas Persandian yang dilakukan rutin setiap tahun,
d. Melakukan kegiatan pengembangan permuseuman secara berkelanjutan dengan pihak museum lainnya di Yogyakarta/daerah lainnya di Indonesia.

FASILITAS MUSEUM SANDI
Museum Sandi menyediakan berbagai fasilitas, antara lain :
a. Pusat Informasi
Di ruang ini pengunjung mendapat informasi (gambaran) awal tentang apa yang dapat dilihat dan lakukan di museum. Informasi yang tersedia antara lain alur cerita persandian, tayangan multimedia tentang museum, dan denah museum.
b. Ruang Pameran
Merupakan ruangan yang disusun berurutan mengikuti pola alur pengisahan yang telah ditentukan. Ruang pamer ini merupakan bagian utama dan penting dari Museum Sandi. Ruang pamer ini dibagi menjadi beberapa counter yang dilengkapi fasilitas pameran yang bentuk, jenis dan materi-nya disesuaikan dengan tema cerita yang disajikan. Ruang pamer ini menyajikan tampilan yang relatif permanen.
c. Ruang/Counter Multimedia
Ruang/counter untuk menayangkan film atau animasi yang berkaitan dengan kegiatan sandi atau ilmu sandi. Pada ruang ini juga disediakan suatu sarana permainan yaitu cryptogame bagi pengunjung.
d. Ruang Penyimpanan dan Perawatan Koleksi
Ruang untuk menyimpan koleksi museum yang tidak di pamerkan dan sekaligus juga sebagai tempat untuk melakukan perawatan koleksi. Ruang ini didesain untuk kemudahan penyimpanan maupun pencarian koleksi dengan fasilitas rak-rak penyimpanan yang sistematis dan hemat ruang.
e. Ruang Pengelola/Administrasi Museum
Ruang pengelola / administrasi dibutuhkan sebagai sarana penunjang penyelenggaraan museum.

Alamat Museum Sandi :
Gedung Museum Perjuangan Brontokusuman (Lantai I)
Jl. Kolonel Sugiyono, No 24
Yogyakarta

Salam hangat,

Agus Maulana
Anggota Tim Museum Sandi - Lemsaneg


Selengkapnya ...